THE ART OF SURRENDER: Ketika Strategi Terbaik Adalah Ketaatan

Bible Reading: Yeremia 27

Focused Bible Verse :

"Sebab itu: Sekarang, janganlah kamu mendengarkan nabi-nabimu... yang berkata kepadamu: Kamu tidak akan menjadi hamba raja Babel! Sebab mereka bernubuat palsu kepadamu dengan maksud supaya kamu diusir dari tanahmu..." — Yeremia 27:9-10

Dalam dunia profesional, kita dilatih untuk selalu menang, ekspansi, dan melawan balik setiap ancaman. Namun, Yeremia 27 menampilkan strategi yang tampak "absurd". Tuhan menyuruh Yeremia memakai gandar (kayu pengikat leher lembu) sebagai simbol bahwa bangsa-bangsa harus tunduk pada kekuasaan Babel. Pesannya jelas: Terimalah realitas ini sebagai disiplin dari Tuhan, jangan melawan arus yang sedang Tuhan izinkan terjadi.

Bagi kita, "Babel" mungkin berbentuk krisis ekonomi, perubahan struktur manajemen yang tidak nyaman, atau fase karier yang terasa seperti kemunduran. Sering kali, kita lebih suka mendengarkan "nabi palsu"—suara-suara yang hanya menjanjikan kenyamanan instan atau jalan pintas yang tidak berintegritas—daripada menerima proses pendisiplinan atau pembentukan karakter yang sedang Tuhan kerjakan melalui situasi sulit tersebut.

Menyerah kepada rencana Tuhan bukan berarti pasif tanpa kerja keras. Sebaliknya, itu adalah penyerahan strategis. Kita berhenti memaksakan kehendak sendiri dan mulai menyelaraskan diri dengan kedaulatan Tuhan. Yeremia mengingatkan bahwa Tuhan adalah pemilik kuasa atas bumi dan Dia memberikannya kepada siapa saja yang dianggap-Nya layak (ayat 5). Integritas kita diuji justru saat situasi tidak ideal: Apakah kita tetap setia pada nilai Kerajaan Allah saat berada di bawah kendali sistem yang mungkin tidak kita sukai?

5 Pertanyaan Refleksi (Group Discussion)
  1. Accepting Reality: Apakah saat ini Anda sedang berada dalam situasi kerja yang "tidak ideal"? Seberapa sulit bagi Anda untuk melihat bahwa Tuhan mungkin sedang bekerja di balik situasi yang tidak menyenangkan tersebut?
  2. Discerning Voices: Di tengah krisis, kita sering mendapat saran dari berbagai sumber. Bagaimana cara Anda membedakan mana "suara nabi palsu" (janji manis tapi salah) dan mana suara Tuhan yang mungkin pahit namun memulihkan?
  3. The Yoke (Gandar): Gandar melambangkan penundukan diri. Dalam hal apa dalam karier Anda yang saat ini perlu Anda serahkan sepenuhnya ke bawah kendali Tuhan?
  4. God's Sovereignty: Ayat 5 menyatakan Tuhan memberikan kuasa kepada siapa yang dianggap-Nya layak. Bagaimana pemahaman ini mengubah cara Anda memandang atasan atau sistem perusahaan yang sulit?
  5. Patience in Process: Tuhan menjanjikan bahwa barang-barang di Bait Suci akan dikembalikan pada waktunya (ayat 22). Bagaimana Anda menjaga harapan dan profesionalisme saat hasil yang Anda harapkan belum kunjung tiba?
Closing Prayer

Lord Jesus, kami sadar bahwa sering kali kami terlalu keras kepala mencoba mengendalikan masa depan kami sendiri. Terima kasih untuk pengingat dari Yeremia 27 bahwa Engkau adalah pemegang otoritas tertinggi atas hidup dan karier kami. Berikan kami hati yang lembut untuk taat, bahkan saat strategi-Mu terlihat tidak masuk akal bagi dunia. Kami percaya, di bawah otoritas-Mu, ada perlindungan dan pertumbuhan. Amin.


Integrity Under Pressure: Berani Bersuara di "Ruang Sidang" Kehidupan
Bible Reading: Yeremia 26